Bathin Solapan,indonesiaclick.com || Gebyar AKS tahun 2024 ini dipusatkan di Kabupaten Kampar diikuti seluruh Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau secara Virtual.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis serius mengupayakan percepatan penurunan prevalensi stunting sesuai dengan Perpres 72 Tahun 2021 dan Peraturan BKKBN RI Nomor 12 Tahun 2021 di Kabupaten Bengkalis.
Keseriusan dibuktikan pada salah satu dari 8 program unggulan Bupati Kasmarni dan Wabup Bagus santoso yakni bantuan keuangan khusus 1 Milyar 1 Kecamatan, Desa dan Kelurahan.
Bupati Bengkalis Kasmarni via Wabup Bagus Santoso kala berdialog bersama Kepala BKKBN RI dalam acara Gebyar Audit Kasus Stunting (AKS) Riau Tahun 2024 yang dipusatkan di Kabupaten Kampar melalui Virtual.
Saat ini Kepala Desa sudah bisa menggunakan anggaran tersebut untuk memberikan makanan tambahan (PMT). Menjadikan seluruh Kepala Desa serta Lurah sebagai Bapak asuh anak stunting diwilayah kerjanya masing-masing. Kepala Desa/ Pj dan Lurah bekerjasama dengan Puskesmas. Telah menetapkan menu yang harus diberikan kepada sasaran setiap harinya sebanyak 2 kali. Yakni : siang dan malam. Diantar langsung oleh petugas kerumah sasaran selama 3 bulan. Setelah 3 bulan nantinya, akan dilakukan evaluasi terhadap status gizi pada sasaran tersebut. Alhamdulillah, sampai saat ini, sebanyak 1.039 anak stunting telah diberikan pmt. Program bapak asuh anak stunting oleh seluruh Kepala Desa dan Lurah via bantuan keuangan khusus BERMASA tersebut.
Jika Pemkab Bengkalis telah menetapkan sebanyak 12 Desa Lokasi Fokus (Lokus). Hari ini ada 12 Desa yang menjadi Lokus penanganan stunting. Ada 6 (enam) Desa. Yaitu : berada di Kecamatan Bathin Solapan untuk AKS Tahun 2024 ini. Adapun jumlah sasaran yang akan dilakukan audit kasus stunting pada hari ini, terdiri dari Catin sebanyak 3 orang. Ibu hamil sebanyak 17 orang. Ibu pasca salin sebanyak 10 orang. Baduta 30 orang. Pelaksanaan pelayanan KB (pemasangan alat kontrasepsi) kepada 40 orang.
Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo sangat mengapresiasi langkah sigap yang diambil oleh Bupati Kasmarni.
Menekan angka prevalesi stanting ini bukan hal yang mudah. Butuh kerjasama dari seluruh pemangku kepentingan untuk saling bahu-membahu. Bersinergi untuk hasil yg maksimal. Kabupaten Bengkalis dibawah Kepemimpinan Bupati Kasmarni, di tahun 2023 tingkat capaian prevalensi stunting sebesar 8,4%( Persen) dimana artinya Pemkab Bengkalis telah mampu menekan 13,5 persen dari 21,9 persen di tahun 2021.
Hasto menambahkan tahun ini diharapkan Pemkab Bengkalis mampu kembali menekan angka prevalensi stunting dengan capaian yang lebih baik lagi.
Wabup Bengkalis Bagus Santoso mengungkapkan Pemkab Bengkalis memiliki komitmen yang tinggi. Anak-anak kita yang stunting dapat diintervensi sehingga berubah status gizinya menjadi normal. Telah kita berdayakan semua sumberdaya yang ada. Baik via PMT maupun program kegiatan intervensi lainnya. Upaya-upaya pencegahan stunting dari hulu, harus terlaksana secara baik. Masiv dan sistematis, mulai dari remaja, calon pengantin ( catin), ibu hamil, terutama 1000 hari kehidupan pertama yang benar-benar harus dipastikan mendapatkan perhatian.
Bagus menambahkan, jika hasil rekomendasi dan hasil Audit Kasus Stunting ini, tentunya memiliki makna serta nilai yang sangat strategis.
Hasil evaluasi nantinya akan kita ketahui bersama faktor-faktor determinan apa saja yang memicu terjadinya stunting. Sehingga ini akan menjadi acuan dasar penyusunan kebijakan Daerah untuk kedepannya agar kasus serupa tidak kembali terjadi, tutupnya. (simon parlaungan)